Urgensi dan kegunaan mempelajari Munasabah
Daftar Isi
Menurut al-Suyuti, ilmu munasabah adalah ilmu yang sangat penting dalam proses penafsiran al-Qur'an, namun hanya sedikit di antara para mufassir yang memberikan perhatiannya karena ilmu ini dinilai sangat memerlukan ketelitian dan kejelian bagi orang menafsirkan al-Qur’an. Di antara mufassir yang banyak memberikan perhatian terhadap ilmu munasabah adalah Imam Fakhruddin al-Razi.
Menurut Al-Razi bahwa sebagian besar rahasia yang tersembunyi dari al-Qur'an tersimpan dalam persoalan urutan surah dan ayat serta kaitan antara satu dengan yang lainnya. Khusus tentang Surah al-Baqarah misalnya, al-Razi menyatakan bahwa siapa saja yang memperhatikan rahasia susunan ayat-ayat dalam surah ini akan mengetahui bahwa al-Qur'an, tidak hanya mukjizat dari segi kefasihan lafal-lafal dan kehebatan isinya, namun juga mukjizat dari segi susunan surah dan ayat-ayatnya.
Para ulama sepakat bahwa Al-Qur’an yang diturunkan dalam jangka waktu 20 tahun lebih yang mengandung bearmacam-macam hukum karena sebab yang berbeda-beda, sesungguhnya memiliki ayat-ayat yang mempunyai hubungan erat, sehingga tidak perlu mencari asbab Nuzulnya, sebab pertautan satu ayat dengan ayat lainnya sudah bisa mewakilinya. Berdasarkan prinsip itu pulalah, Az-Zarkasyi mengatakan bahwa lebih utama mengemukakan munasabah jika tidak terdapat asbab An-Nuzul.
Adapun kegunaan mempelajari Ilmu Munasabah dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Dapat mengembangkan bagian anggapan orang bahwa tema-tema al-Qur’an kehilangan relevansi antara satu bagian dan bagian yang lainnya.
Contohnya terhadap firman Allah dalam surah Al-Baqarah/2:189:
Artinya:
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”
Orang yang membaca ayat tersebut pasti akan bertanya: Apakah hubungan atau korelasi antara pembicaraan bulan sabit dengan pembicaraan mendatangi suatu rumah. Dalam menjelaskan munasabah antara kedua pembicaraan itu, Az-Zarkasy menjelaskan: “Sudah diketahui bahwa ciptaan Allah mempunyai hikmah yang jelas dan mempunyai kemaslahatan bagi hamba-hamba-Nya, maka tinggalkan pertanyaan tentang hal itu, dan perhatikanlah sesuatu yang engkau anggap sebagai kebaikan, padahal sama sekali bukan merupakan sebuah kebaikan.”
2. Mengetahui persambungan atau hubungan antara bagian al-Qur’an, baik antara kalimat atau antar-ayat maupun antar-surah, sehingga lebih memperdalam pengetahuan dan pengenalan terhadap kitab al-Qur’an dan memperkuat keyakinan terhadap kewahyuan dan kemukjizatannya.
3. Dapat mengetahui mutu dan tingkat ke-balaghah-an bahasa al-Qur’an dan konteks kalimat-kalimatnya yang satu dengan yang lainnya, serta persesuaian ayat atau surah yang satu dari yang lain.
4. Dapat membantu dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an setelah diketahui hubungan suatu kalimat atau ayat dengan kalimat atau ayat yang lain.
