Teknik Pembuatan Proposal Penelitian
Daftar Isi

Metoda penelitian pada prinsipnya menceritakan cara yang merupakan alat (tool) mencapai tujuan. Cara yang dilakukan dalam penelitian bervariasi dan tidak kaku serta tergantung dari objek formal ilmu pengetahuan tersebut, tujuan serta jenis data yang akan diungkapkan.
Penelitian umumnya mengandung dua ciri, yaitu logika dan pengamatan emperis (Babbie, 1986 : 16). Penelitian ditujukan memecahkan masalah yang dihadapi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan permasahan umat manusia. Jawaban masalah tersebut menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang pada gilirannya melahirkan metode ilmiah (scientific method). Upaya yang dilakukan dengan menggunakan metoda ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).
Penelitian ilmiah adalah suatu bentuk upaya penyelidikan (investigation) terhadap suatu pernyataan (proposisi) hipotesis yang dijadikan sebagai jawaban sementara suatu masalah. Membedakan dengan bentuk penyelidikan lain, ada beberapa ketentuan pokok yang harus dipenuhi oleh pelakunya, Pertama, penelitian itu harus dilakukan secara sistematis, terkontrol, dan kritis. Kedua, penelitian ilmiah menghasilkan kebenaran ilmiah, bersifat menerangkan (explanatory), memprediksi (predictive) dan mengontrol (controlling). Penelitian ilmiah adalah kegiatan yang bersifat indrawi (empirical) maksudnya, jawaban masalah yang diperoleh melalui kegiatan ini merupakan keyakinan subyektif peneliti namun telah teruji dengan kenyataan-kenyataan objektif di luar dirinya. Dengan kata lain, setiap pernyataan peneliti haruslah selalu didasarkan pada kebenaran yang diperoleh melalui pengujian dan penjelajahan yang bersifat empiris (empirical inquiry and test).
Keyakinan terhadap jawaban suatu masalah memerlukan upaya pengujian di luar dirinya sendiri. Dengan kata lain sesuatu yang dianggap benar secara subyektif dan teoritis perlu diverifikasi seberapa jauh kebenaran yang diduga itu ditemui pada kenyataan objektif (objective reality) di lapangan. Bila proposisi hipotesis-teoritis itu didukung oleh data yang ditemukan di lapangan barulah proposisi itu diterima sebagai jawaban masalah secara relatif meyakinkan. Namun bagaimanapun juga temuan tersebut masih tetap terbuka untuk diujikan lagi pada kesempatan lain. Barulah kemudian setelah menempuh ujian berkali-kali, proposisi tersebut dapat dijadikan sebagai teori keilmuan yang baru. Karena itu tidak mustahil temuan suatu penelitian akan ditolak oleh data pada kesempatan lain. Bila terjadi demikian maka kemungkinan tertolaknya temuan yang semula diharapkan akan menjadi unsur baru khasanah pengetahuan tidak dapat dihindarkan.
Kegiatan penelitian yang dilalui peneliti secara umum adalah ;
(1) persiapan
(2) pelaksanaan
(3) pengolahan data
(4) pembuatan laporan dan
(5) sosialisasi hasil penelitian.
Uraian berikut akan difokuskan kepada persiapan penelitian. Selama proses mempersiapkan penelitian , kegiatan yang dilalui peneliti adalah :
(1) mencari masalah penelitian
(2) mengumpulkan kegiatan penunjang
untuk menjawab masalah tersebut
(3) penyusunan proposal penelitian.
Sumber