Makalah Dinamika Planet dan Tata Surya Lengkap

Makalah Dinamika Planet dan Tata Surya, Jagat raya, alam semesta, atau antariksa adalah ruang yang meluas ke segala arah dan memiliki batas-batas yang belum dapat diketahui Jagat raya diduga berbentuk melengkung dan dalam keadaan memuai Jagat raya terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang berjumlah ribuan. Galaksi-galaksi terdiri atas benda-benda langit, yang membentuk sistem bintang yang kecil-kecil. Jadi, Jagat raya adalah ruang yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya, namun memiliki batas-batas, berbentuk, melengkung, dan dalam keadaan memuai.


Dinamika Planet dan Tata Surya
Dinamika Planet dan Tata Surya
Baca Juga : Cara Membuat Makalah Yang Baik dan Benar

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagaiplanet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km ; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), danEris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan “bulan” sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

1.2. Tujuan Penulisan
       Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan mengenal Dinamika Planet dan Tata Surya !

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Planet Bumi (Jagat Raya)
Jagat raya, alam semesta, atau antariksa adalah ruang yang meluas ke segala arah dan memiliki batas-batas yang belum dapat diketahui Jagat raya diduga berbentuk melengkung dan dalam keadaan memuai Jagat raya terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang berjumlah ribuan. Galaksi-galaksi terdiri atas benda-benda langit, yang membentuk sistem bintang yang kecil-kecil. Jadi, Jagat raya adalah ruang yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya, namun memiliki batas-batas, berbentuk, melengkung, dan dalam keadaan memuai.

A. Teori Terbentuknya Jagat Raya
1. Teori Ledakan Besar (The Big Bang Theory)
Ø  Jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis besar pula yang mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena danya reaksi pada inti massa. Akibat ledakan itu, bagian-bagian dari massa tersebut berserakan terpental menjauhi pusat ledakan. Setelah milyaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental itu membentuk kelompok-kelompok yang kita kenal sebagai galaksi-galaksi.
2. Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory)
Ø Jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi/mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuk galaksi, tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun. Lalu galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup, kemudian mempat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. setelah memampat, maka mengembang, kemudian memampat lagi.
B.        Galaksi Dalam Jagat Raya
Ø Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem yang terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinya secara teratur
Ø Di dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, yang anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi)
Ciri-ciri galaksi adalah sbb :

  • Galaksi mempunyai cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan
  •  Galaksi-galaksi lain dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti
  • Jarak antara galaksi yang satu dengan galaksi yang lain sejauh jutaan tahun cahaya
  • Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu, misalnya spiral, elips, dan tidak beraturan

Galaksi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu : 

  • Galaksi Spiral. Galaksi Jenis ini berbentuk seperti roda atau kincir, dengan lengan-lengan berbentuk spiral keluar dari pusat yang terang (jumlahnya kira-kira 60%).
  • Galaksi Spiral Berpalang. Lengan-lengan spiral galaksi jenis ini keluar dari bagian ujung suatu pusat yang berbentuk memanjang. Kira-kira 18% dari jumlah galaksi merupakan galaksi spiral
  • Galaksi Elips. Galaksi jenis ini berbentuk elips, mulai dari berbentuk bulat hingga berbentuk sangat lonjong (jumlahnya kira-kira 18%)
  • Galaksi Tak Beraturan. sekitar 4% dari jumlah galaksi di alam semesta berbentuk tak beraturan atau tidak memiliki bentuk tertentu.
C. Nebula
Nebula adalah kabut atau awan debu dan gas yang bercahaya dalam suatu kumpulan sangat luas.
ada 2 macam nebula, nebula gas dan nebula spiral.
nebula spiral adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri atas ratusan juta sampai milayaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti.

D. Rasi Bintang
Rasi bintang atau Konstelasi Bintang adalah kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan letaknya berdekatan contoh : bintang alfa, beta, gamma, dan delta.

E. Bintang (The Star)
Bintang adalah benda angkasa berbentuk bulat yang mempunyai cahata sendiri.

2.2. Tata Surya (The Solar System)
       Tata surya adalah suatu sistem di jagat raya yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet (termasuk planet Bumi), satelit-satelit alam (misalnya bulan), asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.
A. Teori Terjadinya Tata Surya
1. Teori Nebula (Kant and Laplace)
Menurut Imanuel Kant : Tata surya berasal dari nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Perputaran yang sangat lambar ini menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, dan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Lalu, karena proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan berpijar dan bersuhu tinggi yang disebut Matahari.
Menurut Pierre Simon Laplace : Tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat ini, terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda, kemudian bagian-bagian itu mendingin membentuk planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.

2. Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlain)
Tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

3. Teori Pasang Surut (Jeans and Jeffreys)
Tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk sepetti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari, sehingga lama-kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.

4. Teori Bintang Kembar (Lyttleton)
Pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya mengelilingi. Lalu, pada suatu waktu, melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur, yaitu matahari.

5. Teori Awan Debu (Weizsaecker dan Kuiper, F.L Whippel dan Hannes Alven)
Menurut Weizsaecker dan Kuiper : Tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepan dan teratur, sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet.

f. Hipotesis Peledakan Bintang (Fred Hoyle)
kemungkinan matahari memiliki kawan sebuah bintang dan pada mulanya berevolusi satu sama lain. Ada juga diantaranya yang memadat dan mungkin terjerat ke dalam orbit matahari.

g. Hipotesis Kuiper (Gerard P. Kuiper)
2 pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antar bintang yang mengandung gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya, kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu matahari. Selanjutnya, kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar, menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah menjadi awan-awan kecil yang disebut protoplanet, dan setelah waktu yang lama, menjadi planet-planet yang sekarang ini.

2.3. Bumi Dan Lapisan-Lapisan Bumi
       Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak Bumi dengan matahari sekitar 150 juta km.Bumi berbentuk bulat dengan radius ± 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup.permukaan Bumi terdiri atas daratan dan lautan.
Bentuk Bumi agak pipih di kedua kutubnya, bergaris tengah ekuatorial 7.923mil,sedangkan antar kutub 7.900 mil. Berat jenisnya 5,5 dan beratnya 6,6 × 1.021 ton. Inti dalam Bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel Bumi 1.800 mil, dan lapisan lithosfer 20 mil. Lapisan Bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71 % muka Bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter, sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri atas troposfer setebal 10 mil. Sesudah troposfer adalah lapisan stratosfer dengan ketebalan antara 10-50 mil, pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang dapat yang dapat menolak datangnya sinar ultraviolet berintensitas tinggi dari sinar matahari yang dapat merusak lapisan ionosfer.
Secara struktur, lapisan Bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

  • Kerak Bumi (crush) merupakan kulit Bumi bagian luar (permukaan Bumi). Tebalnya mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak Bumi mencapai 1.100 . Lapisan kerak Bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan lifoster.
  • Selimut atau selubung (mantle) terletak di bawah lapisan kerak Bumi. Tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.suhu dibagian bawah selimut Bumi mencapai 3.000 .
  • Inti Bumi (corel), yang terdiri atas material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2.900-5.200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhu nya mencapai 2.200 . Inti dalam merupakan pusat Bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam terdiri atas nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500
Berdasarkan susunan kimianya, Bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni sebagai berikut:

  • Bagian padat (Lifosfer) yang terdiri atas tanah dan batuan. Lifosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Lifosfer merupakan lapisan kerak Bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1.200 km. Lifosfer tersusun dalam dua lapisan,yaitu kerak dan selubung, yang tebalnya sekitar 50-100 km. Lifosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga menimbulkan pergeseran benua. Penyusun utama lapisan lifosfer adalah batuan yang terdiri atas campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Induk batuan pembentuk lifosfer adalah magma, yaitu batuan cair pijar yang bersuhu sangat tinggi dan terdapat di bawah kerak Bumi. Magma akan mengalami beberapa proses perubahan sampai menjadi batuan beku,batuan sedimen, dan batuan metamorf.
  • Bagian cair (hidrosfer) yang terdiri atas berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau, dan samudra. Hidrosfer merupakan senyawa gabungan antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi hidrogen karbondioksida (H2O). Hampir sekitar 71% dari permukaan Bumi merupakan wilayah perairan. Lapisan air yang menyelimuti seluruh permukaan Bumi disebut hidrosfer
  • Bagian udara (atmofer) yang menyelimuti seluruh permukaan Bumi. Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti Bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi, terutama karena pengaruh pemanasan sinar matahari dan perputaran Bumi. Perputaran ini mengakibatkan massa udara bergerak sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat dalam atmosfer dan menimbulkan arus angin.
  • Biosfer, yaitu bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme atau lapisan tempat tinggal makhluk hidup.termasuk semua biosfer adalah semua bagian permukaan Bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Organisme hidup tersusun oleh berbagai unsur yang berasal dari biosfer, baik air, mineral maupun komponen-komponen penyusun atmosfer.secara fisik, biosfer terbagi menjadi tiga komponen, yaitu lifosfer, hidrosfer, dan atmosfer.
2.4.      Struktur Tata Surya
Struktur utama dari tata surya adalah sebagai berikut :
a. Matahari (The Sun)         
b. Planet-Planet (The Planets)
c. Bulan (The Moon) dan satelit alam lainnya
d. Asteroid
e. Komet
a. Matahari (The Sun) sebagai pusat tata surya
Matahari mempunyari garis tengah sekitar 1.392.000 km atau sekitar 109kali garis tengah bumi. Massa atau berat totalnya sekitar 332.000 kali bumi, columenya diperkirakan 1.300.000 kali bumi, dan temperatur di permukaannya sekitar 6.000 C, sedangkan di pusatnya sekitar 15.000.000 C

b) Planet-planet (The planets)
Sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni :
1. Mengorbit matahari;
2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat; dan
3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut).
Planet-planet yang menjadi anggota tata surya
1) Merkurius
·         paling dekat ke matahari, jarak rata-ratanya sekitar 57,8 juta km,
·         suhu pada siang hari mencapai 400 C, malam hari mencapai -200 C
·         karna perbedaan suhu yang ekstrim, maka planet ini tidak mempunyai atmosfer.
·         garis tengahnya hanya 4.850 km
·         beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong)
·         periode revolusi : +/- 88 hari
·         periode rotasi : +/- 59 hari
2) Venus
·         paling dekat dengan bumi, jaraknya sekitar 42 juta km
·         disebut bintang kejora saat elongasi barat, dan bintang senja saat elongasi timus
·         jarak rata-rata ke matahari sekitar 108 juta km
·         diselubungi atmosfer yang sangat tebal, terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat
·         suhu pada siang hari mencapai 477 C, malam hari suhunya tetap tinggi karna panas yang diterima tertahan atmosfer
·         diameternya : +/- 12.140 km
·         periode rotasi : +/- 244 hari (arah sesuai jarum jam)
·         periode revolusi : +/- 255 hari

3) Bumi
·         jarak rata-ratanya ke matahari : +/- 150 juta km
·         periode revolusi : +/- 365,25 hari
·         periode rotasi : +/- 23 jam 56 menit
·         mempunyai satu satelit alam : Bulan
·         diameter : +/- 12.756 km
4) Mars
·         jarak rata-rata ke matahari : +/- 228 juta km
·         periode revolusi : +/- 687 hari
·         periode rotasi : +/- 24 jam 37 menit
·         diameter planet : +/- 6.790 km
·         diselimuti lapisan atmosfer yang tipis
·         mempunyai 2 satelit alam, yakni Phobos dan Deimos
5) Jupiter
·         diameter planet : +/- 142.600 km
·         jarak rata-rata ke matahari : +/- 778 juta km
·         periode rotasi : +/- 9 jam 50 menit
·         periode revolusi : +/- 11,9 tahun
·         mempunyai 13 satelit alam, yang paling besar ukurannya yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea, Io, dan Europa
6) Saturnus
·         diameter planet : 120.200 km
·         periode rotasi : +/- 10 jam 18 menit
·         periode revolusi : +/- 29,5 tahun
·         mempunyai 3 cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar (diameter 273.600 km), Cincin Tengah (diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam (diameter 160.000 km)
    antara Cintin dalam dengan permukaan saturnus dipisahkan oleh ruang kosong yang berjarak sekitar 11.265 km.
      atmosfernya terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak.
·         mempunyai 11 satelit alam, diantaranya Titan Rhea, Thetys, dan Diones
7) Uranus
·         diameter planet : +/- 49.000 km
·         periode rotasi : +/- 10 jam 49 menit
·         periode revolusi : +/- 84 tahun
·         sumbu rotasi searah dengan arah datangnya sinar matahari
·         atmosfernya dipenuhi hidrogen, helium, dan metana
·         mempunyai 5 satelit alam, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
·         jarak rata-rata ke matahari : +/- 2.870 juta km
·         mempunyai cincin yang ketebalannya +/- 1 meter
8) Neptunus
·         diameter planet : +/- 50.200 km
·         jarak rata-rata ke matahari : +/- 4.497 juta km
·         periode rotasi : +/- 15 jam 48 menit
·         periode revolusi : +/- 164,8 tahun
·         mempunyai 2 satelit alam, yaitu Triton dan Nereid
·         mempunyai 2 cincin utama dan 2 cincin redup, lebarnya +/- 15 km.
c) Komet
·         komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku.
·         strukturnya terdiri atas kepala (selubung gas disebut koma) dan ekor komet (dapat mempunyai panjang sampai ribuan kilometer yang arahnya selalu menjauhi matahari).
Klasifikasi komet
1) Komet berekor panjang, yaitu komet yang garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa, sehingga berkesempatan menyerap gas-gas di daerahyang dilaluinya, ketika mendekati matahari komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma & ekor yang sangat panjang.
2) Komet berekor pendek, yaitu komet yang garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang mempunyai kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya, ketika mendekati matahari komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tak berekor.
d) Asteroid
·         Asteroid/Planetoid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang bergerak mengelilingi matahari.
·         ditemukan antara Orbit Mars dan Jupiter
e) Meteor dan Meteorit
·         Meteor adalah benda angkasa berupa pecahan batuan yang jatuh masuk ke dalam atmosfer bumi
·         Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut Meteorit
f) Bulan
·         Bulan adalah benda angkasa berbentuk bulat yang beredar mengelilingi bumi dalam suatu lintasan garis edar tertentu (orbit), oleh karena itu disebut sebagai satelit alami bumi.
·         Diameter bulan +/- 3.476 km
·         Parak rata-rata ke bumi : +/- 384.000 km
·         Periode Rotasi : +/- 27,3 hari/satu bulan sideris (peredaran bulan mengelilingi bumi dalam suatu lingkaran penuh/360derajat)
·         Periode Revolusi : +/- 27,3 hari
·         Suhu pada siang hari mencapai 100 C, malam hari mencapai -150 C
·         Fase Bulan adalah perubahan sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan antara matahari, bumi, dan bulan, yang menyebabkan terjadinya perubahan tampak bulan dilihat dari bumi.
2.5. Akibat Rotasi Dan Revolusi Bumi Dan Bulan
A.     Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Kala rotasi adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk berputar pada porosnya. Sekali berotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit atau 24 jam kurang 4 menit. inilah yang menyebabkan adanya tahun kabisat dimana perbedaan waktu 4 menit tersebut membuat jumlah hari pada bulan februari ditahun kabisat berjumlah 29 hari.

  1. Terjadinya perubahan waktu
  2. Terjadinya perubahan arah angin
  3. Terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer
  4. Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi
  5. Terjadinya pergantian siang dan malam
  6. Bentuk bumi menjadi bulat spheroid
  7. Terjadinya pembelokan arah angin
  8. Terjadinya gerak semu harian matahari dan benda - benda langit lainnya
  9. Terjadinya gaya coriolis
  10. Dapat berfungsinya satelit
11)  Terjadi perubahan arah bandul ( efek faucault )
B. Revolusi Bumi
Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Sekali berevolusi, bumi memerlukan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik atau sering disebut satu tahun pada penanggalan masehi. Adanya revolusi bumi ini tidak dapat kita rasakan namun dapat kita lihat dengan tadanya:
Pengaruh akibat Revolusi Bumi
1. Pergantian musim
2. perbedaan lamanya siang dan malam
3. Gerak semu matahari
4. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
       Seperti diketahui Bumi tempat tinggal manusia merupakan suatu bulatan kecil yang dikenal sebagai suatu planet anggota dari sistem tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.

3.2. Saran
       Sebaiknya semua pihak mempelajari Tata Surya agar dapat mengetahui dari mana sebenarnya Tata Surya itu berasal sehingga kita tidak dapat mengada-ada atau merekayasanya. Mengetahui Tata Surya juga sangat penting agar kita dapat mengetahui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.