40 Amalan Dalam 24 Jam Di Bulan Ramadhan

RAMADHAN 2020 - Ramadhan adalah bulan latihan untuk menempa diri. Bulan tidak makan dan tidak minum untuk perbaikan metabolisme tubuh. Bulan dimana kita ‟dipaksa‟ untuk melakukan aktivitas terbaik dengan istirahatnya tubuh dari makan dan minum. Bulan dimana kita mengaktifkan sel-sel tubuh yang lain, yaitu potensi otak dan hati kita.

Ramadhan adalah bulan latihan untuk menempa diri. Bulan tidak makan dan tidak minum untuk perbaikan metabolisme tubuh. Bulan dimana kita ‟dipaksa‟ untuk melakukan aktivitas terbaik dengan istirahatnya tubuh dari makan dan minum. Bulan dimana kita mengaktifkan sel-sel tubuh yang lain, yaitu potensi otak dan hati kita. Bulan dimana kita bisa mendapatkan pahala dimana di bulan-bulan sebelumnya kita belum tentu mendapatkannya. Bulan dimana dengan solat sunah saja kita mendapat pahala yang sama besarnya dengan solat wajib. Bulan dilipatgandakannya pahala. Tidakkah kita bersyukur dengan adanya Ramadhan? Subhanallah, Allah begitu sayang pada kita. Ia menurunkan rahmat-Nya melalui Ramadhan. Bulan dimana kita bisa berkesempatan meraih pahala, rahmat, hidayah dan ampunan-Nya. Berikut Aktivitas di bulan Ramadhan. 40 Amalan Dalam 24 Jam Di Bulan Ramadhan.

Bulan dimana kita bisa mendapatkan pahala dimana di bulan-bulan sebelumnya kita belum tentu mendapatkannya. Bulan dimana dengan solat sunah saja kita mendapat pahala yang sama besarnya dengan solat wajib. Bulan dilipatgandakannya pahala. 

Tidakkah kita bersyukur dengan adanya Ramadhan? Subhanallah, Allah begitu sayang pada kita. Ia menurunkan rahmat-Nya melalui Ramadhan. Bulan dimana kita bisa berkesempatan meraih pahala, rahmat, hidayah dan ampunan-Nya. Berikut Aktivitas di bulan Ramadhan. 40 Amalan Dalam 24 Jam Di Bulan Ramadhan.

AKTIVITAS PADA WAKTU SAHUR

1. Bangun tidur untuk makan sahur dengan segera berdzikir, berwudhu, dan shalat. Dengan melakukan seperti ini akan lepas tiga ikatan setan ketika tidur.

2. Melakukan shalat tahajud walaupun hanya dua atau empat rakaat. Lalu menutup dengan shalat witir jika belum melakukan shalat witir ketika shalat tarawih. Jika sudah menutup witir pada shalat tarawih, maka tidak mengulangi witir karena tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.

3. Setelah shalat, berdoa sesuai dengan hajat yang diinginkan karena sepertiga malam terakhir (waktu sahur) adalah waktu terkabulnya doa.

4. Melakukan persiapan untuk makan sahur lalu menyantapnya. Ingatlah bahwa dalam makan sahur terdapat keberkahan.

5. Sambil menunggu azan Shubuh, memperbanyak istighfar dan menyempatkan membaca Al-Quran.

6. Waktu makan sahur berakhir ketika azan Shubuh berkumandang (masuknya fajar Shubuh).

7. Bagi yang berada dalam keadaan junub, maka segera mandi wajib. Masih dibolehkan masuk waktu Shubuh dalam keadaan junub dan tetap berpuasa. Termasuk juga masih boleh masuk waktu Shubuh dalam keadaan belum mandi suci dari haidh.

AKTIVITAS PADA WAKTU SHUBUH

8. Ketika mendengar azan Shubuh disunnahkan melakukan lima amalan berikut.

9. Melaksanakan shalat sunnah Fajar (qabliyah Shubuh) sebanyak dua rakaat.

10. Shalat sunnah Fajar dijaga sebagaimana shalat sunnah rawatib lainnya.

11. Melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid bagi laki-laki dan berusaha mendapatkan takbir pertama bersama imam di masjid. Sedangkan shalat terbaik bagi wanita adalah di rumah, bahkan di dalam kamarnya.

Adapun wanita tidak wajib berjamaah di masjid, bahkan lebih afdal shalat di rumah dan pahalanya bisa mengalahkan shalat di masjid, walau shalat di rumahnya hanya sendirian.

12. Setelah melaksanakan shalat sunnah Fajar, menyibukkan diri dengan berdoa dan membaca Al-Quran.

13. Setelah shalat Shubuh berdiam di masjid untuk berdzikir seperti membaca dzikir pagipetang, membaca Al-Quran dengan tujuan mengkhatamkannya dalam sebulan, atau mendengarkan majelis ilmu hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit). Ketika matahari meninggi tadi, lalu melaksanakan shalat isyraq sebanyak dua rakaat yang dijanjikan pahalanya haji dan umrah yang sempurna.

AKTIVITAS PADA WAKTU PAGI

14. Sejak terbit fajar Shubuh (fajar shadiq) tadi menjalankan rukun dan tidak melakukan pembatalpembatal puasa.

15. Saat puasa, meninggalkan hal-hal yang diharamkan yaitu berdusta, ghibah (membicarakan jelek orang lain), namimah (adu domba), memandang wanita yang tidak halal, dan mendengarkan musik.

16. Melakukan shalat sunnah Dhuha minimal dua rakaat, maksimalnya tidak dibatasi. Waktu shalat Dhuha dimulai dari setelah matahari meninggi (15 menit setelah matahari terbit) hingga mendekati waktu zawal (15 menit sebelum Zhuhur).

17. Tetap beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan dengan tangan sendiri.

18. Memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan karena keutamaannya sangat luar biasa dibanding dengan sedekah pada bulan lainnya.

19. Memperbanyak membaca Al-Quran dengan memanfaatkan waktu senggang seperti saat berada dalam antrian panjang dan istirahat kerja.

20. Menjelang Zhuhur menyempatkan untuk tidur siang (qailulah) walau sesaat bagi yang mampu untuk melakukannya.

21. Ketika azan Zhuhur, melakukan lima amalan ketika mendengar azan sebagaimana yang telah disebutkan dalam poin kedelapan.

22. Melakukan shalat rawatib Zhuhur, empat rakaat qabliyah Zhuhur dan dua rakaat badiyah Zhuhur. 44

23. Beristirahat bagi yang belum beristirahat sebelum Zhuhur atau menyiapkan makanan berbuka, suami bisa pula membantu dalam hal ini.

AKTIVITAS PADA WAKTU ASHAR

24. Ketika masuk Ashar, menjawab kumandang azan dan melakukan amalan seperti pada poin kedelapan. Setelah itu, melaksanakan shalat sunnah qabliyah Ashar dua atau empat rakaat. Shalat ini tidak termasuk dalam shalat rawatib dua belas rakaat dalam sehari yang disebutkan sebelumnya.

25. Dilarang melakukan shalat sunnah setelah Shalat ‘Ashar karena ketika itu adalah waktu terlarang untuk shalat.

AKTIVITAS MENJELANG BERBUKA

26. Mempersiapkan makanan buka puasa untuk orangorang yang akan berbuka di masjid-masjid terdekat atau bisa menjadi bagian dari panitia pengurusan buka puasa di masjid.

27. Bermajelis ilmu menjelang berbuka demi mengisi waktu luang.

28. Sibukkan diri dengan doa ketika menunggu berbuka

29. Memenuhi adab-adab berbuka dan adab-adab makan saat berbuka.

AKTIVITAS PADA WAKTU MAGHRIB

30. Jika masih mendengar suara azan Maghrib, maka menjawabnya seperti amalan pada poin kedelapan

31. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid bagi laki-laki, kemudian mengerjakan shalat sunnah rawatib badiyah Maghrib dua rakaat.

32. Membaca dzikir petang karena waktunya adalah dari matahari tenggelam hingga pertengahan malam (menurut pendapat yang paling kuat).

33. Makan hidangan berbuka puasa bersama keluarga dengan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, memuji makanan, dan tidak mencela makanan.

AKTVITAS PADA WAKTU ISYA

34. Mempersiapkan shalat Isya dan Tarawih dengan berwudhu, memakai wewangian (bagi pria), dan berjalan ke masjid.

35. Menjawab muazin dan melakukan amalan seperti poin kedelapan, melaksanakan shalat Isya berjamaah di masjid, dan melakukan shalat sunnah rawatib badiyah Isya dua rakaat.

36. Melaksanakan shalat tarawih berjamaah dengan sempurna di masjid, dan inilah salah satu keistimewaan Ramadhan.

37. Tidak pergi hingga imam selesai agar dituliskan pahala shalat semalam suntuk.

38. Membaca doa setelah shalat Witir: “SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS” dibaca tiga kali, lalu dilanjutkan dengan “ROBBIL MALAAIKATI WAR RUUH” dibaca sekali; dan “ALLOHUMMA INNI A’UDZU BI RIDHOOKA MIN SAKHOTIK WA BI MU’AFAATIKA MIN ‘UQUBATIK, WA A’UDZU BIKA MINKA LAA UH-SHI TSANAAAN ‘ALAIK, ANTA KAMAA ATSNAITA ‘ALA NAFSIK” dibaca sekali.

AKTIVITAS MENJELANG TIDUR

39. Melakukan tadarus Al-Quran.

40. Jika tidak ada keperluan mendesak pada malam hari, tidur lebih awal agar bisa bangun pada sepertiga malam terakhir. Tidak begadang kecuali jika ada kepentingan mendesak. Sebelum tidur memenuhi adab-adabnya seperti berwudhu, membaca doa sebelum tidur (BISMIKA ALLOOHUMMA AMUUTU WA AHYAA), membaca ayat kursi (sekali), dan membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas lalu mengusap ke badan yang bisa dijangkau (diulang tiga kali).