Makalah Fungi dan Protista Lengkap

Makalah - Makalah Fungi dan Protista membahasa tentang Bagaimana ciri-ciri fungi dan Protista, Bagaimana klasfikassi fungi dan Protista, Bagaimana reproduksi fungi dan Protista. 
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Dalam hidup ini, kita selalu dikelilingi dengan spesies-spesies makhluk hidup yang beranekaragam salah satunya fungi. Fungi  ada yang bersifat menguntungkan dan ada pula ya ng bersifat merugikan. Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping.
Fungi akan terus menjadi bahan bagi penelaah ilmiah dasar, terutama yang berkaitan dengan morfogenesis. Mereka akan menjadi sangt penting di dalam proses-proses komersial  untuk menyediakan produk-produk yang bermanfaat, termasuk antibody seperti penisilin.
Berdasarkan hal di atas , maka penulis tertarik untuk lebih mendalami dan mengidentifikasi tentang fungi dan peranannya. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis membahas tentang ciri fungi, klasfikasi fungi, reproduksi fungi, dan peranan dalam kehidupan manusia.

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang makalah ini yang berjudul “Fungi dan Protista”, maka penulis merumuskan beberapa masalah yang berkaitan dengan makalah ini sebagai berikut:
1. Bagaimana ciri-ciri fungi dan Protista?
2. Bagaimana klasfikassi fungi dan Protista?
3. Bagaimana reproduksi fungi dan Protista?


BAB II PEMBAHASAN
FUNGI DAN PROTISTA
1. FUNGI
A.  Arti Fungi
Fungi atau cendawan adalah organism heterotrof . Mereka  memerlukan senyawa organic untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organic mati yang terlarut, mereka disebut safrofit. Safrofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kmia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan ke dalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka dapat sangat menguntungan kita bilamana membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan lain. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak).
Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

B.  Morfologi Fungi
Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.
Pada umumnya sel kamir lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tiddak sebesar bakteri yang terbesar. Khamir sangay beragam ukuranya, berkisar antara 1 sampai 5 µm lebar dan panjangnya dari 5 sampai 30 µm tau lebih. Biasanya berbentuk telur, tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas.
Tubuh  atau talus, pada dasarnya memiliki dua bagian : miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filament yang dianmakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5 sampai 10µm, dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 µm.
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.  Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.
Ada tiga macam morfologi hifa, yaitu :
  1. Aseptat atau senosit. Hifa seperti ini tidak mempunyai dindingsekat atau septum.
  2. Septet dengan sel-sel uninukleat. Sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus atau sitoplasma dari satu ruang ke ruang lain. Sungguhpun setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas.
  3. Septet dengan  sel-sel multinukleat. Septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nucleus dalam setiap ruang.
C.  Cara Hidup Fungi
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

a.  Parasit obligat
Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
b.  Parasit fakultatif
Parasit fakultatif adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
c.  Saprofit
Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehinggamudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang  oleh inangnya.
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasidengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.
D.  Reproduksi Fungi          
Secara alamiah jamur berkembang biak dengan berbagai cara, baik secara aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora, dapat pula secara seksual dengan peleburan nucleus dari dua sel induknya. Pada pembelahan, suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa. Pada penguncupan, suatu sel anak tumbuh dari tonjolan kecil pada sel inang.
Spora aseksual, yang berfungsi untuk menyebarkan spesies dibentuk dalam jumlah besar. Ada banyak macam spora aseksual, yaitu:
  1. Konidiospora atau konidium.
Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrokonidium. Konidium dibentuk di ujung atau di sisi sutu hifa.
  1. Sporangiospora. Spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium di ujung hifa khusus.
  2. Oidium tau artrospora. Spora bersel satu ini terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
  3. Klamidospora. Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatic.
  4. Blastospora. Tunas atau kuncup pada sel-sel khamir disebut blastospora.
Ada beberapa tipe spora seksual, yaitu:
1.  Askospora
Spora bersel satu ini terbentuk didalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
2.  Basidiospora
Spora bersel satu ini terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
3.  Zigospora.
Zigospora adalah spora besar berdindiing tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangia.
4.  Oospora
Oospora terbentuk didalam struktur betina khusus yang disebut ooginium. Pembuahan telur, oosfer, oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium menghasilkan oospora.
Spora aseksual dan seksual dapat dikitari oleh struktur pelindung yang sangat terorganisasi yang disebut tubuh buah. Tubuh buah aseksual diantaranya ialah aservulus dan piknidium. Tubuh buah seksual yang umum disebut peritesium dan apotesium.

E.  Klasfikasi Fungi
Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.
Fungi dibagi atas 6 divisio yaitu :
1.  Myxomycotina   (Jamur lendir)
Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana. Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:
  1. fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium
  2. fase tubuh buah
Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu sporakembara yang disebut myxoflagelata.  Contoh spesies : Physarum polycephalum.
2.  Oomycotina
Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti. Reproduksi:
·         Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di  darat dengan sporangium dan konidia.
·         Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk  oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:
  1. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga  darat maupun serangga air
  2. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang.
3.   Ascomycotina
Anggota kelas ini dicirikan oleh pembentukan askus yang merupakan tempat dihasilkannya askospora. Beberapa askomiset membentuk tubuh buah yang melingdungi askus bersama askospors.kebanyakan dari spesies ini hidup saprofit. Secara aseksual ascomycotina ini memperbanyak diri dengan  pembelahan biner melintang dan bertunas.
Organism ini dapat hidup sebagai saprofit pada selaput-selaput lender pada kebanyakan orang tanpa menyebabkan penyakit. Namun demikian, apabila inangnya lemah karena suatu penyakit akan menyababkan infeksi.
Contoh spesies:
  1. Sacharomyces cerevisae: sehari-hari dikenal sebagai ragi. berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol. Mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi.
  2. Neurospora sitophila: jamur oncom.
  3. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin.
  4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju.
  5. Aspergillus oryzae untuk membuat sake dan kecap
  6. Aspergillus wentii untuk membuat kecap
  7. Aspergillus flavus hidup pada biji-bijian, flatoksin salah satu penyebab kanker hati.Þmenghasilkan racun aflatoksin
  8. Claviceps purpurea hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.
4.  Basidiomycotina
Basidiomycotina dicirikan oleh adanya basidispora yang terbentuk di luar pada ujung atau sisi basidium. Basidiomycotina yang banyak dikenal meliputi jamur, jamur papan pada pepohonan, dan jamur karat serta jamur gosong. Basidiokraf yang mengandung basidia bersama basidiosporanya. Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagaibadan penghasil spora. Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
Contoh spesies:
  1. Volvariella volvacea : jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
  2. Auricularia polytricha : jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
  3. Exobasidium vexans :  parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.
  4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides:  jamur beracun, habitat di daerah subtropics
  5. Ustilago maydis : jamur api, parasit pada jagung.
  6. Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum
5.  Deutromycotina
Kelas ini meliputi jamur yang tingkat reproduksinya seksualnya belum ditemukan. Sebagian besar jamur yang patogenik pada manusia adalah deuteromycotina. Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif.
Mereka seringkali membentuk spora aseksual beberapa macam di spesies yang sama, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasikannya di laboratorium. Disamping fase saprofitik yang berbentuk miselium, banyak di antaranya mempunyai fase parasitic.
Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap.
F.  Peranan Fungi dalam Kehidupan Manusia
Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Di dalam ekosistem jamur dan bakteri berperan sebagai pengurai (decomposer). Beberapa jenis jamur dapat dimanfaatkan dalam industry makanan dan minuman, disamping itu jamur ada juga yang dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Berikut ini beberapa jamur yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan manusia.
1.      Jamur yang menguntungkan adalah sebagai berikut:
a.       Rhizopus Oryzae, untuk pembuatan tempe
b.      Mucor Javanicus, untuk pembuatan tape.
c.       Saccharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti dan minuman alcohol.
d.      Aspergillus oryzae, untuk pembuatan roti
e.       Aspergillus wentii, untuk pembuatan kecap
f.       Penicillum notatum dan penicillum chrysogenum, menghasilkan antibiotic.
2.         Jamur yang merugikan antara lain sebagai berikut:
a.         Aspergillus flavus, menghasilkan racun aflatoksin
b.        Aspergillus fumigates, penyebab pennyakit paru-paru pada burung
c.         Exobasidium vexans, parasit pada tanaman the.
d.        Amanita phalloides, menghasilkan racun balin.
e.         Epidermophyton flocosum, penyebab penyakit kaki atlet.

2. PROTISTA
A. Protista
         Protista adalah mikroorganisme eukariota yang buka hewan, tumbuhan atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau jika membentuk koloni bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiensi menjadi jaringan yang berbeda-beda. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme dalam protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokkan yang mudah baik yang bersel satu maupun bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup hampir di semua lingkungan yang mengandung air. Banyak protista seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer vitaldalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa adalah penyakit berbahaya bagi manusia seperti malaria dan tripanosomiasis.
1. Protozoa ( protista yang menyerupai hewan)
        Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma , sitoplasma dan mitokondria. Beberapa protozoa ada yang mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati, tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara individual, tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.
Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (Pseudopia), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
Ciri-Ciri Protozoa:
  • Organisme uniseluler (bersel satu)
  • Eukariotik (memiliki membran nukleus
  • Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni
  • Umumnya tidak dapat membuat makananya sendiri (heterotof)
  • Hidup bebas, saprofit dan parasit
  • Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
  • Alat gerak berupa pseudopia , silia atau flagella
Klasifikasi protozoa
Berdasarkan struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:
  1. Kelas Rhizopoda (sarcodina)
  2. Kelas Ciliata
  3. Kelas Flagellata
  4. Kelas sporozoa
2. Algae (protista yang menyerupai tumbuhan)
       Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk yang di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut :  
a.       Alga hijau yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embriophyta). Contoh: Ulva     
b.      Alga merah mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
c.       Heterokontophyta meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis
Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta. Sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler sehingga lebih tepat masuk kedalam kelompok Archaeplastida bersama-sama dengan tumbuhan biasa.
3. Protista yang menyerupai jamur
            Beragam organisme dan organisasi tingkat prorista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air dan labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan fungi dan biasanya diklafisikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya ( yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau amoebozoa ( yang tidak memiliki dinding sel)      
B. Metabolisme, reproduksi dan peranan protista
         Flagelata makan dengan penyaring, yaitu dengan melewatkan air melalui flagelatanya. Protista lain bisa menelan bakteri dan mencernanya secara internal dengan memanjangkan dinding selnya di sekitar makanannya untuk membentuk sebuah vakuola makanan. Makanan ini lalun masuk ke dalam sel melalui endositosis ( biasanya fagositosis, kadang- kadang pinositosis)
         Sebagian protista berkembangbiak secara seksual (konjugasi), sementara lainnya secara aseksual (fisi biner). Plasmodium faciparum memiliki siklus hidup biologi super kompleks yang meliputi berbagai macam makhluk hidup, sebagian bereproduksi seksual, sebagian lainnya aseksual. Namun masih belum jelas seberapa seringnya reproduksi seksual menyebabkan pertukaran genetika antar strain yang berbeda dari plasmodium dan sebagian besar protista parasit adalah clonal line yang jarang melakukan pertukaran gen dengan strain lain.
         Beberapa protista adalah patogen terhadap hewan dan tumbuhan. Plasmodium faciparum menyebabkan malaria pada manusia dan phytophthora infestans menyebakan hawar daun pada kentang. Pemahaman lebih mendalam tentang protista akan membuat penyakit ini bisa diobati secara efesien.
          Peneliti dari Agricultural Research Servise memanfaatkan protista sebagai patogen untuk mengendalikan populasi semut api merah (selenopsis invicta) di Argentina. Dengan bantuan protista pengahasil spora seperti Kneallhazia selenopsae populasi semut api merah bisa berkurang 53-100%. Para peneliti berhasil mengijeksikan protista itu ke lalat sebagai perantara untuk membunuh semut api merah, tanpa membahayakan lalat itu.

C.  Kelas Rhizopoda
Kelas Rhizopoda  Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Perkembangbiakan secara aseksual melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista. Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.
Morfologi Amoeba

  • Ukuran antara 200-300 mikron
  •  Bentuknya selalu berubah ubah setiap kali berpindah tempat
  • Sitoplasma dibagi menjadi dua endoplasma dan ektoplasma
  • Mempunyai 1 inti dan berbentuk bulat
  • Terdapat satu vakuola kontraktil dan vakuola makanan yang banyak ditentukan oleh banyaknya makanan yang ada disekitarnya.
Fisiolog
·         Pernapasan berlangsung melalui permukaan sel secara difusi.
·         Bergerak dengan cara mengalirkan penjuluran protoplasma yaitu pseudopodia. Proses penjuluran ini terjadi karena adanya pencairan sementara bagian luar endoplasma yang kental.
·         Pencernaan makanan padat karena bersifat holozoik melalui pseudopodia dengan cara merangkul, mengitarinya sehingga terbentuk vakuola makanan.
Struktur tubuh Amoeba: Sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel – organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.
            Membrane sel atau membran plasma Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, satu vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan. Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung di dalam sel. Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil).rongga berdenyut disini berfungsi sebagai organ eksresi sisa makanan. Vakuola kontraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis di sekitarnya.
Rongga makanan (vakuola makanan ) Rongga makanan atau sering disebut dengan vakuola makanan berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.

Tempat hidup dan habitat. 
Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi beberapa tempat
Ektamoeba : hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus        
Entamoeba : hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.

Contoh dari Rhizopoda lainnya seperti:

  • Ella Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air tawar. Berbentuk seperti piring, dengan satu permukaan cembung dan permukaan lainnya cekung atau datar , yang ditengahnya terdapat lubang tempat keluarnya kaki palsu.
  • Diffugia angka luar diffugia dapat menyebabkan butir-butir pasir halus dan benda-benda lain dapat melekat.
  • Foraminifera miliki rangka luar yang terdiri dari silica atau zat kapur (mengandung kalsium karbonat). Semua anggota foraminifera ini hidup di laut. Genus yang paling terkenal dari Foraminifera ini adalah Globigerina, karena lapisan Foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.
  • Radiolaria Merupakan organisme laut bertubuh bulat seperti bola dan memilki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut dengan Lumpur radiolaria yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genusnya : Achantometro dan Collosphaera

Perkembangbiakan Rhizopoda
Perkembang biakan rizopada contohnya pada amoba terjadi melalui proses pembelahan sel secara langsung, disebut pembelaha biner atau pembelahan amitosis, yaitu dari satu sel akan memnbelah menjadi dua sel yang sama besar dan mengandung materi genetic yang sama.
5. Ordo pada Rhizopoda:
·  Ordo lobosa
Ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia pendek dan tumpul serta terdapat perbedaan yang jelas antara ektoplasma serta endoplasma.
· Ordo filosa
Ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia halus seperti benang dan becabang-cabang.
· Ordo foraminifera
Ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia panjang dah halus.
· Ordo helioza
Ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia berbentuk benang yang radien dan antarfilamen tidak pernah bersatu membentuk jala atau anyaman.
· Ordo radiolarian
Cirinya : mempunyai pseudopodia berupa benang-benang halus yang tersusun radier dan bercabang-cabang membentuk jala (anyaman).

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah makalah ini, maka penulis menyimpulkan bahwa :

  1. Cirri-ciri dari fungi yaitu sel jamur bersifat eukariotik, jamur bersifat heterotrof, makanan diperoleh dari lingkungannya, memiliki hifa.
  2. Jamur dikelompokkan menjadi 6 divisio yaitu: Myxomycotina, oomycotina, ascomycotina, basidiomycotina, dan deutromycotina
  3. Fungi memperbanyak diri secara vegetative dan secara generative.
  4. Fungi  sangat berperan dalam kehidupan manusia. Di dalam ekosistem jamur dan bakteri berperan sebagai pengurai (decomposer). Beberapa jenis jamur dapat dimanfaatkan dalam industry makanan dan minuman, disamping itu jamur ada juga yang dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.
Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan ( protozoa), protista mirip tumbuhan ( alga) dan protista mirip jamur(jamur lendir/smale mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam .

DAFTAR PUSTAKA

Burus, Tony. 2005. Dermatologi. Jakarta: Erlangga.
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press.
Gandjar, Indrawati, dkk..2006. Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Gillespie, Stephen. 2008. At a Glance Mikrobiologi Medis dan Infeksi. Jakarta:  Erlangga.
Brooks, Geo F.,dkk..2005. Mikrobiologi  Kedokteran. Jakarta: Salemba Medika.
Karim, Murniah. 2007. Biologi. Makassar: UNM Press.
Suwarno. 2009. “Dasar-dasar Mikrobiologi”. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Yani, Riana. Musarofah. Dkk. 2009. “Biologi Kelas 10”. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Widayati, Sri. Rochmah, Siti Nur. Zubedi. 2009. “Biologi Kelas 10”. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Subardi. Nuryani, Pranomo, Shidiq.2009. “Biologi Kelas 10”. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen PendidikanNasional.