Makalah Teknik Pengujian Validitas Tes dan Validitas Item Test Hasil Belajar

Belajar Bersama: Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1986). Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran.

Info Terkait:

BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Diantara tujuan dari evaluasi adalah untuk menilai ketercapaian tujuan pendidikan oleh anak didik, sarana untuk mengetahui apa yang telah anak didik ketahui dalam kegiatan belajar mengajar, dan memotivasi anak didik. Evaluasi memiliki arti penting dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh seorang guru. mengevaluasi hasil belajar dan proses belajar siswa, seorang guru menggunakan berbagai macam alat atau instrumen evaluasi seperti tes lisan, tes tertulis, ceklis-observasi, angket-wawancara, dan dokumentasi.

Keberhasilan mengungkap hasil dan proses belajar ini sebagaimana adanya (objektivitas hasil penilaian) sangat bergantung pada kualitas alat penilainya, di samping itu juga yang tidak kalah pentingnya tergantung pada cara pelaksanaannya. Suatu alat penilaian dikatakan mempunyai kualitas yang baik apabila alat tersebut memiliki atau memenuhi dua hal, yaitu validitas (ketepatan) dan reliabilitas (ketetapan atau keajegan) alat tes terjamin kualitasnya. Alat tes yang bagaimana dan seperti apa yang dikatakan memiliki validitas dan validitas test hasil belajar, selanjutnya akan kita bahas dalam makalah ini berjudul “teknik pengujian validitas tes dan validitas item tes hasil belajar”  ini.

B.  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang ada didalam makalah ini yaitu:
1. Apa dan bagaimana validitas tes ?
2. Bagaimana teknik pengujian validitas test?
3. Bagaimana validitas test hasil belajar?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana validitas tes ?
2. Untuk mengetahui bagaimana teknik pengujian validitas test?
3. Untuk mengetahui Bagaimana validitas test hasil belajar ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Validitas Test
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1986). Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran.
Validitas tes biasa juga disebut sebagai kesahihan suatu tes adalah mengacu pada kemampuan suatu tes untuk mengukur karakteristik atau dimensi yang dimaksudkan untuk diukur. Valid berarti cocok atau sesuai. Suatu tes dikatakan valid, apabila tes tersebut benar-benar manyasar keapada apa yang dituju. Tes tersebut benar-benar dapat memberikan keterangan atau gambaran tentang apa yang diinginkan. Jika tes itu bahasa, maka tes tersebut harus diberikan gambaran tentang kemampuan dan kacakapan anak dalam hal bahasa, dan bukan manunjukkan gambaran kecakapan anak dalam hal ekonomi, ilmu bumi dan sebagainya. Guna menjelaskan pengertian valid ini, dapat kita ambil contohnya jika kita ingin mengetahui berat dari suatu benda, maka kita pergunakan alat pengukuran timbangan. Jika ingin mengetahui panjang sesuatu, maka kita pergunakan alat pengukur meteran. Dan jika kita ingin mengetahui suhu sesuatu, kita pergunakan alat pengukur thermometer.
Sifat valid diperlihatkan oleh tingginya validitas hasil ukur suatu tes. Suatu alat ukur yang tidak valid akan memberikan informasi yang keliru mengenai keadaan subjek atau individu yang dikenai tes itu. Apabila informasi yang keliru itu dengan sadar atau tidak dengan sadar digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan suatu keputusan, maka keputusan itu tentu bukan merupakan suatu keputusan yang tepat.

Makalah Teknik Pengujian Validitas Tes dan Validitas Item Test Hasil Belajar

B. Teknik Pengujian Validitas Tes dan Validitas Item Tes Hasil Belajar

Teknik Pengujian Validitas Tes Hasil Belajar
Penganalisisan terhadap tes hasil belajar sebagai suatu totalitas dapat dilakukan dengan dua cara : Pertama, penganalisisan yang dilakukan dengan jalan berfikir secara rasional atau penganalisisan dengan menggunakan logika ( logical analysis ).Kedua, penganalisisan yang dilakukan dengan mendasarkan diri kepada kenyataan empiris, dimana penganalisisan dilaksanakan dengan menggunakan empirical analysis (Anas Sudijono:2009)
a. Pengujian Validitas Tes secara Rasional
Validitas rasional adalah validitas yang diproleh atas dasar hasil pemikiran, validitas yang diproleh dengan berfikir secara logis. Dengan demikian maka suatu tes hasil belajar dapat dikatakan telah memiliki validitas Rasional, apabila setelah dilakukan penganalisisan secara rasional ternyata bahwa tes hasil belajar itu memang   ( secara rasional ) dengan tepat telah dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur
Untuk dapat menentukan apakah tes hasil belajar sudah memiliki validitas rasional apakah belum dapat dilakukan mulai dari dua segi:

1. Validitas Isi
Validitas isi suatu tes hasil belajar adalah validitas yang diperoleh setelah dilakukan penganalisisan, penelusuran atau pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut. Jadi validitas isi adalah validitas yang dilihat dari segi tes itu sendiri sebagi alat pengukur hasil belajar.
Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pembelajaran yang berikan
2. Validitas Konstruksi
Secara etimologi “konstuksi” mengandung arti susunan, kerangka atau rekaan. Adapun secara terminologi, suatu tes hasil belajar dapat diajarkan sebagai tes yang telah memiliki validitas konstruksi, apabila tes tersebut ditinjau dari segi susunan, kerangka atau kerangkaann nya telah dapat dengan secara tepat mencerrminkan suatu konstruksi daalam teori psikologi.
Sebuah tes dikatakan memiliki validitas kontruksi apabila butir-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berfikir seprti yang disebutkan dalam tujuan Intraksional Khusus ( Suharsimi Arikunto : 2007 )
Validitas kontruksi dari suatu tes hasil belajar dapat dilakukan penganalisisannya dengan jalan melakukan pencocokan terhadap aspek-aspek berfikir yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut.
b. Pengujian Validitas Tes Secara Empirik
Validitas empirik adalah kerapatan mengukur yang didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik. Dengan kata lain validitas empirik adalah validitas yang bersumber pada atau diperoleh atas dasar pengamatan di lapangan.

Untuk dapat menentukan apakah tes hasil belajar sudah memiliki validitas empirik ataukah belum, dapat dilakukan penelusuran dari dua segi yaitu pertama, segi daya ketepatan meramalnya (predictive validity) dan kedua dari segi daya ketepatan bandingannya (concurrent validity).
1)  Validitas Ramalan
Validitas ramalan adalah suatu kondisi yang menunjukan seberapa jauhkah sebuah tes telah dapat dengan secara tepat menunjukan kemampuannya untuk meramalkan apa yang bakal terjadi pada masa mendatang.
Untuk mengetahui apakah suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas ramalan ataukah belum, dapat ditempuh dengan cara mencari korelasi antara tes hasil belajar yang sedang diuji validitas ramalannya dengan criteria tertentu, jika kedua variable tersebut terdapat korelasi positif yang signifikan maka, tes hasil belajar yang sedang diuji validitas ramalannya tersebut dapat dinyatakan sebagai tes hasil belajar yang telah memiliki daya ramalan yang tepat artinya apa yang diramalkan tersebut benar-benar terjadi secara nyata dalam praktek.
2) Validitas Bandingan
Suatu tes sebagai alat pengukur dikatakan telah memiliki validitas bandingan apabila tes tersebut dalam kurun waktu yang sama dengan secara tepat telah mampu menunjukan adanya hubungan searah antara tes pertama dengan tes berikutnya, Validitas bandingan juga dikenla dengan istilah sama saat validtas penganlaman atau validitas ada sekarang. Dikatakan validitas pengalaman karena, validitas tes tersebut ditentukan atas dasar pengalaman yang telah diperoleh sedangkan, dikatakan validitas ada sekarang, sebab validitas itu dikaitkan dengan hal-hal yang telah ada, sehingga data mengenai pengalaman masa lalu itu pada saat sekarang ini sudah berada ditangan.
Seperti halnya validitas ramalan, maka untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya hubungan searah antara tes pertama dengan tes berikutnya, dapat digunakana teknik analisis korelasi product moment, jika korelasi variable X ( tes pertama dengan variable Y adalah positif maka, tes tersebut dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas bandingan.

Informasi Lainnya:

Tekhnik pengujian validitas item tes hasil belajar
1. Pengertian validitas item
validitas item dari sebuah tes adalah ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item ( yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tes bagian suatu totalitas ), dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut.
2. Tehknik Pengujian Validitas Item Tes Hasil Belajar
berdasarkan uraian diatas maka cukup jelas bahwa sebutir item dapat dikatakan telah memiliki validitas tinggi atau dapat dinyatakan valid, jika skor-skor pada butir item yang bersangkutan memiliki kesesuaian atau kesejajaran arah dengan skor totalnya, skor total disini berkedudukan sebagai variable terikat sedangkan variable item merupakan variable bebasnya.
Permasalahannya adalah bagaimana Memilih dan menentukan jenis tekhnik dalam rangka menguji validitas item itu. Seperti yang diketahui pada tes objektif maka hanya ada dua kemungkinan yaitu betul atau salah.
Setiap butir soal yang dapat dijawab dengan benar diberikan skor 1 ( satu ) sedangkan untuk setiap jawaban yang salah diberikan skor 0 ( nol ) jenis data seperti ini biasanya merupakan tes benar-salah, ya-tidak dan sejenisnya dalam ilmu statistic dikenal dengan disket murni atau data dikotomik. Sedangkan, skor total yang dimiliki oleh masing-masing testee adalah merupakan penjumlahan dari setiap skor itu merupakan data kontinyu.
Berdasarkan teori yang ada apabila variable 1 berupa data dikotomik sedangkan variable II data kontinyu maka, teknik korelasi yang tepat untuk digunakan dalam mencari korelasi dua variable adalah teknik korelasi point biserial, diman angka indeks korelasi diberi lambing rpbi dapat diperoleh dengan rumus :
Rpbi = Mp - Mt dibagi SDt dikali akar p/r
Dimana :
Rpbi  = koefisien korelasi point berserial yang melambangkan kekuatan korelasi antara variable I dan II yang dalam hal ini sebagai koefisien validitas item.
Mp    = skor rata-rata hitung yang dimiliki oleh testee
Mt    = skor rata-rata dari skor total
SDt  = standar deviasi dari skor total
p      = proporsi testee yang menjawab denagn benar terhadap butir item yang diuji Validitasnya.
q      = proporsi testee yang menjawab salah terhadap butir item yang diuji validitasnya

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Validitas Tes
  1. Pengaruh latar belakang kebudayaan siswa; seperti keadaan status ekonomi, perbedaan struktur social (status social tinggi/rendah) perbedaan jenis kelamin tersebut akan mempengaruhi validitas tes. Sebagai contoh tes inteligensi Binet simon, yang dipersiapkan untuk anak-anak Eropa, akan tidak valid jika dikenakan terhadap anak Indonesia yang mempunyai latar belakang kebudayaan/pengetahuan/kehidupan yang berbeda-beda. Demikian juga apabila tes tersebut sama-sama dikenakan sama anak desa, barangkali akan memberikan hasil rata-rata yang berbeda, apabila group/kelompok yang diatas tersebut terdiri anak-anak yang mempunyai status social ekonomi rendah. Perbedaan tersebut disebabkan antara lain disamping perbedaan-perbedaan latar belakang social ekonomi akan berpengaruh terhadap pembentukan pola tingkah laku anak, juga akan berpengaruh terhadap persepsi anak dan pola responnya dalam menanggapi suatu masalah.
  2. Keadaan tipe tes; tiap-tiap tes akan berpengaruh terhadap validitas jawaban anak. Tes subjektif (Essay test) akan mempunyai validitas yang berbeda dibandingkan dengan tes objektif. Tes subjektif akan mempunyai validitas yang lebih rendah, karena dengan tes subjektif kurang dapat mengungkapkan materi tes secara tuntas dibandingkan dengan tes objektif. Demikian juga diantara macam-macam tipe tes objektif, tes yang terdiri dari 2 alternatif (benar-salah, setuju-tidak setuju) akan mempunyai validitas yang lebih rendah dibandingkan dengan tes objektif tipe pilihan ganda. Hal itu disebabkan karena tes benar salah mempunyai tendensi untuk menerka-nerka yang lebih besar dibandingkan tes pilihan ganda.
  3. Usaha menambah butir soal dengan maksud ingin mempertinggi reliabilitas tes; memang salah satu cara untuk mempertinggi reliabilitas tes adalah dengan menambah butir-butir soal tes secara otomatis akan dapat mempertinggi reliabilitas, salahnya justru akan dapat merendahkan validitas tes. Oleh karena itu jika ingin meningkatkan reliabilitas tes dengan tidak akan merendahkan validitas tes, hendaknya penambahan butir-butir soal tes tersebut dengan menambahkan faktor-faktor baru dari materi tesnya, karena hal itu berarti memperbanyak/memeprbesar sampel bahan tes.
  4. Kurang jelasnya petunjuk mengerjakan tes; adanya petunjuk/pengarahan bagaimana cara mengerjakan tes dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan interpretasi tentang bagaimana cara mengerjakan tes tersebut. Jika petunjuknya kurang jelas, akan terjadi siswa yang memperoleh skor rendah tersebut barangkali disebabkan karena mengalami kesulitan dalam menginterpretasi petunjuknya, bukan karena tidak menguasai materinya


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Validitas tes biasa juga disebut sebagai kesahihan suatu tes adalah mengacu pada kemampuan suatu tes untuk mengukur karakteristik atau dimensi yang dimaksudkan untuk diukur. Valid berarti cocok atau sesuai. Suatu tes dikatakan valid, apabila tes tersebut benar-benar manyasar keapada apa yang dituju. Jenis-jenis validitas tes secara garis besar:
• Validitas isi (Content Validity)
• Validitas Konstruksi (Construct Validity)
• Validitas Kesamaan (Concurent Validity)
• Validitas Prediksi/ Ramalan
• Kesahihan Tampang (Face Validity)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Validitas Tes
• Pengaruh latar belakang kebudayaan siswa
• Keadaan tipe tes
• Usaha menambah butir soal dengan maksud ingin mempertinggi reliabilitas tes
• Kurang jelasnya petunjuk mengerjakan tes

DAFTAR PUSTAKA
Bahan Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Oleh Tim Dosen KDBK
Prof. Drs. Sudijono Anas,2007.pengantar evaluasi pendidikan,PT Raja Grafindo Persada: jakarta.
Drs. Henry Dinus Hutabarat, Evaluasi Proses dan Pembelajaran Fisika, (Padangsidimpuan : UGN press, 2010), hal. 17
Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian, (Bandung : Alfabet, 2007), hlm. 229.
Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian, (Bandung : Alfabet, 2007), hlm. 229